Kolaborasi Membuat Undangan Nikah

Agustus 25, 2018 by 2 comments Posted in Blog

Hore!! AKHIRNYA aku bikin undangan untuk sendiri. Kali ini, aku tidak bekerja sendiri, melainkan berkolaborasi sama suamiku, Anwar. Mulai dari konsep, ilustrasi, handlettering, layout, memilih kertas, mencetak hingga mengemas. Kelihatannya seru dan kompak ya? Hahaha… Iya memang seru, tapi bohong rasanya bila tidak ada perbedaan pemikiran, gesekan dan ribut-ribut. Tentu kesel-keselan lebih sering kami alami.

Contoh gesekan yang kita alami adalah kita udah bikin konsepnya, udah dioret-oret dan udah sepakat. Kata dia terserah aku mau komposisinya apa, saatnya kita berkreasi, nah tapi ketika aku udah bikin bunga magnolia beserta daun-daunnya dia mau gambar monstera. Padahal akunya kan bosen gambar monstera terus, pengen ganti yang lain kan. Nah akhirnya udah tuh aku bikin monstera seharian penuh dengan cat air Daniel Smith sisa ikutan workshop demi hasil yang oke. Walaupun gambarnya ga bagus-bagus amat aku berusaha untuk se-kece yang aku bisa. Eh setelah jadi warnanya dikata kurang seger dong sama si Awang katanya kayak daun kering T_T ! Sebaaaaaal maksimal kala itu (TAPI YA EMANG KAYAK DAUN LAYU SIH… WAKAKAKAKAKAKKAKAKKK). Untung bisa diotak-atik pake Photoshop jadi lebih ijo yang segeran. Hahaha.

Si Awang kezel sama aku gara-gara AKU bilang “Aku takut hot printnya alay nih” kemudian langsung dijawab dengan “terus kalau biar ga takut mau ditarik gitu, kalau alay kan kita juga yang minta”. Hadududuuduuu…. mundur selangkah terus ngajak salaman. Ini karena lihat di salah satu tempat bikin undangan meling-melingnya aneh gitu jadi parno T.T . Aku juga kurang tepat sih ngomongnya, kayak dia lagi lelah gitu loh abis wira-wiri. Dan pemilihan kata “alay” itu sangat intimidatif. Wkwk.

Awal-awal pengennya semuanya sempurna atas nama ke-BM (Banyak Mau-red)-an yang super ga tau diri. Kemudian timbullah perbedaan keinginan dan kenyataan berikut:

  1. Pengennya kertas tebal dan mempunyai tekstur, jadi gak mau ada lem-leman seperti undangan hardcover

GAK SEPENUHNYA TERJADI : Karena kertas Parkandish yang sudah aku temukan itu tidak bisa dicetak dengan mesin biasa, maunya diperlakukan dengan cetak letterpress, dan letterpress itu MUAHAL sodara-sodarah. Alternatif lain adalah disablon, yah percuma dong aku udah ngewarnain si monsteraaahhh kalo ga bisa dicetak seperti cat air asli. Alhamdulillah nemu kertas Old Mill yang lumayan tebel dan gak perlu ada lem seperti undangan hardcover, juga bertekstur seperti kertas Canson Montval.

kertas pankardisc yang ku idamkan
  1. Pengen yang simpel, warna putih (YEIY TERCAPAI!)

  2. Pengen amplopnya kertas warna doff yang bisa ditulisin sendiri

GAK JADI KARENA : amplop kertas fancy cukup mahal, belom lagi biaya motong dan lem sedangkan nulis sendiri 800 undangan itu kata orang-orang ga efektif sama sekali bahkan suamiku bilang ga mau ikut-ikutan

  1. Pengen menggunakan wax seal

GAK JADI KARENA : budget tidak cukup, kurang fungsional, nanti habis dibuka dibuang malah sayang.

Pada akhirnya keinginan yang super halu tersebut tergantikan dengan alternatif-alternatif yang lebih hemat, efisien waktu dan gak bikin capek. Tadaaaa.. Datanglah saatnya semua cetakan jadi semua dan kitaaaaa…. PUAS BANGET sama hasil kerja kita! Baik dari segi jenis kertas, hasil print, hasil hot print dan amplop. Soal harga juga best deal untuk kertas lucu dan hotprint sebanyak itu. Best media yang bisa kita dapatkan untuk print watercolor dan handlettering ber-florish yang berwarna gold!!

proses gotong kertas dan ngeliat preview print

Soal finishing kami ketik nama-nama undangan di tag nya langsung, baru di print di digital printing biasa. Demi tampilan yang lebih chic, kami tidak mencantumkan alamat. Dan akibatnya apaaaahhh? Iya bingung! Bambang yang rumahnya Aljazair sama Bambang yang rumahnya Ethiopia bedanya apa. Jadi ya harus dikelompok-kelompokkan lagi berdasarkan nama daerah dan print daftar nama semua orang. Dicentang kalau yang udah dikasihin. Terus yaudah akhirnya berkilo-kilo tali goni dari zaman super bahula nyari-nyari di Asemka sama Riris, sahabatku. HABIS JUGA!! Aku naliin semua sendiri, dibantu beberapa orang aja. Supeeeerrrr! Super capek.

undanganikah
Detil
undangan=nikah
amplop

Alhamdulillah undangan yang cukup menyita waktu, kreativitas, pikiran dan tenaga kita ini berhasil disebarluaskan dan bikin dateng orang-orang buat kondangan. Toh sesungguhnya fungsi undangan ya cuma itu. Hehe. Gimanaaaa dari ceritaku ada yang minat mau kolaborasi ngerjain semua sendiri sama pasangan?

2 comments

  1. stella 9 months ago

    Jadi pakai kertas old mill kak? Beli di mana? hehehe

    • Hesti 9 months ago

      Hai stella aku beli di toko kertas khusus di jogja 🙂

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *
*
Related Story