Enamel: Gaya Beriklan Zaman Belanda

Mei 20, 2018 by 4 comments Posted in Blog

enamel, enamel advertising, colonial, bentara budaya yogyakarta, pameran indie enamel

Pameran Iklan Enamel “Indie” berlangsung di Bentara Budaya Yogyakarta (BBY) pada tanggal 15-22 Mei 2018. Pameran dibuka untuk umum dan bisa dikunjungi pada jam 09.00 sampai 21.00 WIB. Pameran ini menampilkan berbagai iklan-iklan komersil masa kolonial di Indonesia. Iklan-iklan enamel yang bisa kita saksikan di sana adalah koleksi dari Bapak Subiyanto dan Bapak Hermanu dengan kondisi yang masih sangat baik.

enamel, enamel advertising, colonial, bentara budaya yogyakarta, pameran indie enamelenamel, enamel advertising, colonial, bentara budaya yogyakarta, pameran indie enamel
Iklan Enamel merupakan sebuah iklan dengan media plat besi baja setebal 1 sampai 2 mm atau lebih, dibuat terbatas serta menggunakan teknik pembakaran cat oven. Ukuran iklan-iklan sangat beragam mulai dari 8 x 15 cm hingga 120 x 240 cm. Iklan-iklan enamel ini dibuat di negara-negara Eropa sekitar tahun 1900 sampai 1940-an, kemudian dikirim ke Indonesia via kapal laut dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai ke Hindia.

Melihat iklan-iklan enamel sama saja dengan menilik sekelumit tata visual periklanan di zaman Belanda. Dahulu, iklan-iklan tersebut dipasang di depan toko, kantor-kantor Perbankan dan agen-agen dagang. Barang-barang yang diiklankan antara lain; rokok, tembakau, pasta gigi, minuman, obat-obatan, ban, mobil, sabun, sepatu, kodak film, sepeda, minyak tanah dan oli serta jasa perbankan. Merk-merk yang ada merupakan komoditas yang beredar di Indonesia dengan berbagai sasaran konsumen.

enamel, enamel advertising, colonial, bentara budaya yogyakarta, pameran indie enamel
Iklan dalam Bahasa Belanda
enamel, enamel advertising, colonial, bentara budaya yogyakarta, pameran indie enamel
Enamel ukuran kecil
enamel, enamel advertising, colonial, bentara budaya yogyakarta, pameran indie enamel
Ukuran enamel yang medium

Pada pameran ini, iklan-iklan enamel dikurasi apik dengan berbagai macam bahasa. Bahasa Belanda masih menjadi dominasi, disusul Inggris, kemudian Bahasa Indonesia ejakan lama untuk iklan rokok dan Bahasa Jepang untuk michin legendaris Ajinomoto. Yang menarik, ada sebuah tanggalan China, bentuknya tidak asing sih yang model selembar sehari, tau kan? Nah itu kalau saya amati, sama aja ada penanggalan Jawa dan penanggalan Arab, yang membedakan penamaan tanggal dan hari menggunakan Bahasa Belanda.

Iklan rokok dalam berbagai bahasa
Iklan agen minyak
enamel, enamel advertising, colonial, bentara budaya yogyakarta, pameran indie enamel
Iklan rokok dalam berbagai bahasa
Tanggalan Model Tionghoa

Saya pribadi sangat senang bisa melihat bentuk fisik asli dari iklan-iklan enamel masa Hindia Belanda ini. Terima kasih Pak Subiyanto dan Pak Hermanu yang mengizinkan kami, rakyat jelata ini untuk bisa melihat koleksi zaman lampau yang superkeeeewl! Takjub bisa masih bagus gitu perawatannya bigimana. Kalau kamu lagi di Jogja dan tertarik dengan enamel sign masih ada waktu lho sampai tanggal 22. Gimana menurutmu? Boleh share di kolom komentar yaaa…

 

 

Sumber:
Penjelasan di pameran dalam poster yang ditulis Bapak Hermanu
Penjelasan Bapak Hermanu di Poster Event ini di IVAA
Foto-foto: Hesti

PameranReportase

4 comments

  1. dkhapsari 1 year ago

    Waaw asique bgtz! Menggoda mata untuk berkunjung kesana.

    • Hesti 1 year ago

      Mayan nambah pengetahuan.. hehehe

  2. Romario 5 months ago

    Saya ingin bertanyak bapak subiyanto dan hermanu ini boleh saya minta kontaknya. Saya tertarik dengan koleksinya, saya berada di medan.

    • Hesti 5 months ago

      Halo Mario! Sayang sekali saya tidak memiliki kontaknya karena hanya melihat pemaparan dalam pameran saja. Sedangkan brosur saya tidak simpan. maaf yaa 🙁

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *
*
Related Story